Sabtu, 15 Oktober 2011

Komitmen Diri Kunci Sukses

Sobat, memang untuk meraih sebuah tujuan, hal pertama yang harus dimiliki adalah komitmen. Tanpa komitmen, kita hanya akan diam di tempat dan takkan ada kesuksesan. Komitmen merupakan sebuah janji dalam hati untuk tidak menyerah terhadap keadaan seperti apapun yang mungkin akan dihadapi. Dengan kata lain sekali memulai maka tak akan berhenti hingga mencapai tujuan yang diinginkan. Mungkin akan ada kesulitan dalam perjalanan yang dilalui, tapi apabila memelihara komitmen dalam hati maka kita akan mencapai sasaran yang kita impikan. Ketika kita tak memiliki komitmen maka rintangan terlihat sebagai tembok yang menghentikan langkah. Dengan memiliki komitmen kita akan memandang segala sesuatunya dengan berbeda. Dengan komitmen kita tidak menerima kata "GAGAL" sebagai salah satu pilihan dan melihat rintangan sebagai tanda bahwa usaha harus diperbaharui.
Sobat, perlu kita ketahui bahwa tidak ada yang namanya tembok penghalang ketika kita memiliki komitmen, kalaupun menemuinya kita akan mengambil jalan memutar yang tetap mengarah ke tujuan kita. Semua orang mempunyai kesempatan memiliki komitmen untuk sukses. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk bekerja keras serta tekad yang kuat dengan imbalan sukses yang ingin kita raih. Evaluasilah tingkat komitmen dengan selalu mengajukan dan menjawab dengan jujur pertanyaan-pertanyaan ini:
Apakah saya sungguh-sungguh ingin mencapai impian saya?
Apa arti penting pencapaian impian ini bagi saya?
Apa "harga" yang bersedia saya bayar untuk mewujudkannya?
Apakah saya yakin bisa?
Sobat, kemampuan untuk mencapai tujuan ditentukan oleh level komitmen kita, inilah yang terpenting. Komitmen yang serius untuk mencapai tujuan bukan berarti harus mengorbankan semua kesenangan dan kegembiraan dalam hidup. Pastikan bahwa tujuan yang ingin diraih adalah juga sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang. Hidup hadir sehari demi sehari, ambillah komitmen dan bagilah dalam praktek hidup keseharian. "Tidak menjadi masalah betapa lambatnya kamu berjalan, yang penting kamu tidak berhenti".
Sobat, Oleh karena itu mulailah dari sekarang untuk selalu berkomitmen untuk sukses. Karena dengan komitmen pada diri kita sendiri, maka hidup ini terasa mudah untuk mencapai kesuksesan. Jangan sampai kita terpengaruh oleh lingkungan dan orang- orang yang membuat kita lalai pada komitmen diri kita sendiri. Selamat mencapai impian dan berkomitmen untuk SUKSES. (www.izzatulfikriyah.blogspot.com)

Senin, 18 April 2011

Mari Bersyukur Setiap Waktu

Pernahkah Anda berpikir berapa kekayaan setiap orang jika dihargai dengan uang? Berapakah harga tubuh manusia jika diuangkan? Berapa harga mata, hidung, telinga, mulut, otak, kepala, lidah, tangan kaki dan apa saja yang menjadi bagian dari tubuh manusia jika dirupiahkan?

Saat mata kita sehat, kita tak pernah berpikir betapa berharganya mata kita. Coba saja jika suatu ketika mata Anda, karena satu sebab kecelakaan tertentu, menjadi buta. Kebetulan Anda memiliki tabungan milyaran rupiah. Apa yang Anda lakukan? Anda pasti akan membayar berapa milyar pun untuk mengembalikan penglihatan Anda. Tak peduli jika untuk itu tabungan Anda terkuras nyaris habis. Saat tangan atau kaki kita sehat dan normal, kita pun mungkin jarang berpikir betapa bernilainya kedua anggota tubuh kita itu. Namun, pernahkah Anda membayangkan andai suatu saat, karena satu sebab musibah tertentu, tangan atau kaki Anda itu harus diamputasi? Pasti, jika kebetulan Anda orang kaya, Anda akan sanggup mengeluarkan ratusan juta atau bahkan milyar rupiah asal tangan atau kaki Anda tidak diamputasi dan kembali sehat serta normal seperti sedia kala. Bagaimana pula jika satu sebab bencana tertentu wajah Anda yang ganteng/cantik tiba-tiba harus menerima kenyataan rusak parah tak berbentuk akibat terbakar hebat atau terkena air keras? Pasti, Anda pun dengan ikhlas dan rela akan melepaskan harta apa saja yang Anda miliki asal wajah Anda bisa kembali ganteng/cantik seperti sedia kala.

Sudah banyak bukti, orang-orang yang berpunya sanggup mengorbankan hartanya sebanyak apapun demi mengembalikan kesehatannya; demi sembuh dari penyakit jantung, kanker, kelumpuhan, kecacatan dll. Bahkan demi mengembalikan agar kulitnya menjadi kencang, atau agar keriput di wajahnya bisa hilang, banyak orang rela merogoh sakunya dalam-dalam.

Jika sudah demikian, semestinya kita sadar, betapa kayanya setiap diri kita; hatta jika secara materi kita bukan orang berpunya. Bukankah kita akan tetap mempertahankan mata atau hidung kita meski ada orang mau menawar dan membelinya seharga ratusan juta rupiah? Bukankah kita tak akan rela melepas jantung atau paru-paru kita walau ada orang berani menawarnya seharga semilyar rupiah? Bukankah kita tak akan sudi kehilangan tangan atau kaki kita meski untuk itu kita mendapatkan kompensasi harta yang melimpah-ruah? Bukankah kita pun tak akan pernah rela menyewakan nafas kita barang lima atau 10 menit meski harga sewanya jutaan rupiah? Sebab, kita amat paham, tidak bernafas lima atau 10 menit berisiko menjadikan kita mati lemas.

Belum lagi jika kita berusaha meneliti udara yang kita hirup saat bernafas. Pikirkan pula air yang kita minum; yang digunakan untuk mandi, mencuci, memasak; dll. Renungkan pula bumi yang kita pijak, sinar matahari yang menyinari setiap hari, air hujan yang turun ke bumi, sinar bulan yang menghiasai malam, jalanan yang kita lalui, pemandangan alam yang kita nikmati, dll. Bagaimana jika semua itu harus kita beli? Berapa ratus juta bahkan berapa puluh milyar rupiah uang yang harus kita keluarkan?

Namun, alhamdulillah, semua kekayaan dan kemewahan itu Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma alias gratis! Tak sepeser pun kita dipungut oleh Allah SWT untuk membayar nikmat yang luar biasa itu. Amat pantaslah jika Allah SWT dalam Alquran surat ar-Rahman berkali-kali mengajukan pertanyaan retoris kepada manusia: Fa bi ayyi âlâ’i Rabbikumâ tukadzibân (Nikmat Tuhan manakah yang kalian dustakan)? Lebih dari itu, Dia-lah Tuhan Yang mengurus kita siang-malam tanpa pernah meminta upah secuil pun. Mahabenar Allah Yang berfirman (yang artinya): Katakanlah, “Siapakah yang dapat memelihara kalian pada waktu malam dan siang hari selain Zat Yang Maha Pemurah?”(TQS al-Anbiya’ [21]: 42).

Pertanyaannya: Sudahkah atas semua itu kita bersyukur? Ataukah kita malah sering berlaku sombong dan takabur? Sudah berapa milyar kali hamdalah kita ucapkan untuk-Nya? Ataukah kita malah gemar berkhianat kepada-Nya? Na’udzu billah.

Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT yang selalu bersyukur setiap waktu atas segala karunia-Nya yang luar biasa itu, bukan hamba yang takabur apalagi kufur kepada-Nya. Paling tidak, hal itu dibuktikan dengan keseriusan dan ketekunan kita dalam beribadah dan ber-taqarrub kepada-Nya; dalam menaati segala titah-Nya; dalam mengorbankan apa saja untuk agama-Nya; serta dalam berjuang menegakkan akidah dan syariah-Nya demi kemuliaan Islam dan umatnya. Amin
(www.izzatulfikriyah.blogspot.com)

Senin, 20 Desember 2010

Pengertian, Pelaksanaan, dan Manfaat Teknik Akrostik

1.Pengertian Teknik Akrostik
Sudah jelas bahwa tidak akan ada pembelajaran tanpa ingatan, oleh sebab itu kita perlu mengetahui sedikit cara ingatan bekerja dan meningkatkannya. Terutama karena sekitar 70% materi yang telah pelajari hari ini bisa terlupakan dalam 24 jam, jika kita tidak melakukan upaya khusus untuk mengingatnya. Untuk mengingat materi yang sudah dipelajari, kita perlu merekamnya dengan kuat supaya meninggalkan kesan, ini perlu tindakan. Oleh karena itu disini akan dijelaskan terlebih dahulu apa definisi dari teknik akrostik.
Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Teknik sifatnya lebih praktis yang disusun untuk menjalankan suatu metode dan strategi tertentu. Dengan kata lain, teknik pada dasarnya menunjukkan cara yang dilakukan seseorang yang sifatnya lebih bertumpu pada kemampuan dan pribadi seseorang. Kata akrostik berasal dari kata Perancis acrostiche dan Yunani akrostichis yang artinya sebuah sajak yang huruf awal baris-barisnya menyusun sebuah atau beberapa kata.
Adapun pengertian akrostik menurut beberapa pendapat ialah:
a.Menurut Sutisno akrostik merupakan penggunaan setiap huruf pertama dari suatu kelompok kata dan suku kata-suku kata lainnya sehingga menjadi suatu kalimat.
b.Menurut Bill Lucas akrostik adalah sajak atau susuanan kata-kata yang seluruh huruf awal atau akhir tiap barisnya merupakan sebuah kata atau nama diri yang digunakan untuk mengingat hal lain.
c.Menurut Mario Seto akrostik adalah kata yang menggunakan huruf pertama untuk membuat satu frase guna membantu mengingat daftar.
d.Menurut Deasy akrostik adalah mengingat dengan mengambil huruf depan dari masing-masing kata yang akan diingat.
e.Menurut Markowitz akrostik adalah susunan kata yang tidak selalu menggunkan huruf pertama dan tidak selalu menghasilkan singkatan dalam bentuk satu kata, informasi yang diingat dalam akrostik dapat berbentuk kalimat atau frase tertentu.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa teknik akrostik adalah cara yang dilakukan oleh guru untuk memudahkan siswa untuk mengingat sebuah materi yang ingin diingat dengan cara menggunakan huruf awal, tengah atau akhir dalam sebuah kalimat atau frase tertentu. Misalnya untuk mengingat urutan warna-warni pelangi digunakan akrostik mejikuhibiniu: merah, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Contoh lain kita dapat mengingat huruf-huruf Qoloqolah dalam pelajaran tajwid membaca alquran dengan membuat akrostik “baju di toko” (Ba', Jim, Dal, Tho, Qof).
Teknik akrostik ini erat kaitannya dengan akronim yang membantu kita mengingat item-item suatu informasi. Akronim sendiri adalah kata-kata atau kalimat yang disusun untuk memperkuat daya ingat dengan cara mengingatkan kita dengan huruf pertama dari suatu hal penting yang perlu kita ingat lagi. Salah satu akronim yang terkenal adalah NASA, badan ruang angkasa Amerika Serikat yang singkatan dari National Aeronautics Space Administration. Akronim lain yang biasanya diajarkan kepada anak-anak sekolah, antara lain ASEAN (Association of South East Asian Nations).
Teknik akrostik juga tidak terlepas dari istilah ingatan karena ingatan merupakan proses biologis, yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali. Pada dasarnya ingatan adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. Ingatan memberi manusia titik-titik rujukan pada masa lalu dan perkiraan pada masa depan.
Ingatan juga merupakan kumpulan reaksi elektromia yang rumit yang diaktifkan melalui saluran inderawi dan disimpan dalam jaringan saraf yang sangat rumit dan unik diseluruh bagian otak. Ingatan yang sifatnya dinamis ini terus berubah dan berkembang sejalan dengan bertambahnya informasi yang disimpan. Berkat bantuan teknologi modern, para ilmuwan telah membuat langkah penting untuk memetakan proses-proses rumit yang disebut ingatan ini.
Adapun otak manusia bisa menerima dan memproses sejumlah besar informasi yang inderawi yang dipicu oleh kira-kira 100 juta neuron yang memiliki kapasitas untuk membuat triliunan sambungan antarsel. Triliunan sambungan selular yang saling berhubungan tersebut mengaktifkan pembelajaran, kesadaran, kecerdasan, dan ingatan manusia. Seperti bola salju yang bergerak menuruni lembah dengan kecepatan yang makin tinggi dan menjadi semakin besar, ingatan kita akan tumbuh dengan seringnya pemakaian seolah-olah tidak akan penuh.

2.Pelaksanaan Teknik Akrostik
Seorang guru dituntut untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang optimal, sehingga terwujud proses pembelajaran yang efektif dan efesien. Belajar merupakan proses yang sangat penting dilakukan oleh siswa, karena tanpa adanya hasil belajar yang memadai mereka akan kesulitan dalam menghadapi berbagai tantangan dalam masyarakat.
Dengan sistem penyampaian yang dalam garis besarnya adalah strategi penyampaian program belajar mengajar. Teknik merupakan aspek yang amat penting dan menentukan dalam pelaksanaan program belajar mengajar, terutama apabila dipandang dari segi pendidikan sebagai proses. Program belajar mengajar sebagai proses pendidikan terdiri dari interaksi dan komunikasi antara guru, murid dan sumber belajar lainnya dengan murid.
Metode mengajar adalah sistem penggunaan teknik-teknik dalam interaksi dan komunikasi antara guru dan murid dalam pelaksanaan sebagai proses belajar mengajar sebagai proses pendidikan. Proses mengajar mempunyai dua aspek yaitu aspek ideal dan aspek teknis. Secara ideal harus diingat bahwa program belajar mengajar adalah sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, yang harus menjadi pedoman utama adalah bagaimana mengusahakan perkembangan anak didik yang optimal, baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat. Aspek ideal ini harus tertanam dalam sikap dasar seorang guru sebagai pendidik dan diwujudkan dalam cara pendekatan guru terhadap murid sesuai dengan tahap perkembangannya, serta dilaksanakan, baik secara individual atau kelompok maupun klasikal.
Adapun mengenai pelaksanaannya teknik akrostik adalah dengan:
a.Guru menyampaikan materi yang akan disajikan.
b.Guru mengambil huruf depan dari materi yang ingin dihafalkan.
c.Huruf depan yang telah diambil digabungkan atau dibuat singkatan untuk mempermudah dalam mengingat.
d.Evaluasi.
e.Penutup.

3.Manfaat Teknik Akrostik
Berbicara manfaat, teknik akrostik ini memiliki banyak manfaat diantaranya:
a.Dapat membantu siswa dalam menghadapi berbagai tujuan agenda pembelajaran yang berpacu dengan waktu. Karena apabila siswa dapat menggunakan teknik akrostik dengan efisien, maka mereka dapat memaksimalkan waktu belajar.
b.Dapat mengejar target menjadi lebih mudah karena persyaratan mendasar telah dipenuhi dan masih tersisa waktu untuk mempelajari pelajaran pilihan pribadi.
c.Dapat membuat materi menjadi bermakna dengan memakai asosiasi dan sebagainya. Dengan menggunakan teknik akrostik ini, maka dapat memberikan jalan sistematis untuk merekam dan mendapatkan kembali materi.
d.Mampu mengurangi waktu mengerjakan pekerjaan sekolah dan memberi waktu luang untuk mencapai tujuan yang lebih personal juga dapat mempersiapkan kita meraih keberhasilan di sekolah dan dibidang profesional.
e.Dapat membantu siswa mengingat informasi lebih cepat dan mempertahankan lebih lama.
f.Membantu siswa dalam mempelajari bahan ujian dengan berbagai bentuk tes dengan mudah.

(www.d-wi nur.blogspot.com)

Kamis, 22 April 2010

RPP SMP KELAS 1 SEMERTER II

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
Nama sekolah : SMP ANTARTIKA SURABAYA
Mata pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas : VII
Semester : II
Pertemuan : Pertama
Alokasi waktu : 2 x 40 menit
A. Standar Kompetensi
Menerapkan hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati
B. Kompetensi Dasar
Menjelaskan hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati
C. Indikator
Mampu menjelaskan hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati
Mampu menyebutkan macam- macam hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati
Mampu menjelaskan contoh-contoh hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati
D. Materi Pembelajaran
Hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati
E. Langkah- langkah pembelajaran
Waktu Langkah pembelajaran Metode Bahan
5’ Kegiatan awal
2’

3’ 1. Guru memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca do’a.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Ceramah
Perangkat pembelajaran

60’ Kegiatan inti
15’


5’

15’


25’


1. Guru menjelaskan materi pelajaran tentang pengertian hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati.
2. Siswa dikelompokan menjadi empat kelompok.
3. Setiap dari empat kelompok mendiskusikan materi yang diberikan oleh guru.
4. Perwakilan tiap kelompok dimintakan untuk mempresentasikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi. ceramah


Diskusi

Demontrasi Tanya jawab.
Uraian Materi

Uraian materi


Hasil diskusi

15’ Kegiatan akhir
5’
10’ 1. Guru memberikan penguatan materi
2. Guru mengevaluasi dengan cara memberi pertanyaan dan memberi kesempatan untuk menyimpulkan materi yang telah di pelajari. Ceramah
Tanya jawab
2’ Kegiatan tindak lanjut
2’ Guru meminta siswa untuk membuat ringkasan materi yang telah diajarkan. Penugasan

F. Alat, bahan dan sumber belajar
1. Al-Qur’an dan terjemahannya
2. Buku Paket Pendidikan Agama Islam ke;as VII
3. Lembar Kerja Siswa PAI
G. Evaluasi
a. Jenis Evaluasi : Performance, Tes Lisan. Tes tulis.
b. Instrumen evaluasi: Terlampir.
c. Penskoran: Terlampir

Lampiran 1
B. Instrumen Evaluasi
a. Tes Tulis dan Tes lisan.
b. Performance.
Penilaian diarahkan pada:
1. Kemampuan praktek membaca hukum bacaan nun mati dan mim mati
2. Kemampuan berpartisispasi dalam kelompok
3. Kemampuan membaca Al Qur’an
4. Kemampuan mengidentifikasi tajwid
c. Penskoran

1. Format penilaian.
Aspek Penilaian Skor Catatan
A B C D
Tes tulis
Tes lisan
Performance

2. Rubrik penilaian
Tingkat pencapaian klasifikasi deskripsi. 10 – 9 = A atau sangat baik
8 - 7 = B atau baik
6 – 5 = C atau cukup
5 – 1 = D atau kurang

Surabaya, 6 Maret 2010

Guru Pendidikan Agama Islam


Dewi Nur Hasanah